Karena Su Sayang
Dari kita pasti ada yang sayang banget sama koleksi bukunya, iya kan? saking
sayangnya sampai dijaga ketat dan anti pinjemin klub ke teman yang
tentu akan sangat berisiko. Wujud sayangnya bisa beragam, mulai dari menyampuli
buku dengan rapi, tidak melipat lembar buku, dan rutin menjaga kebersihan buku.
Hal ini tentu baik, tapi jika dilakukan dengan berlebihan dan membuat stress
bagaimana? Karena sesuatu yang berlebihan itu tidak baik.
Seperti kasus saya yang mempunyai bad habbit
khususnya ketika membeli buku yaitu “memperhatikan
dengan sangat seksama kondisi dari buku ketika sedang membeli”.
Jadi biasanya ketika membeli buku, saya akan mengecek
dan menyeleksi satu persatu tumpukan buku apakah terdapat kecacatan pada buku
tersebut untuk memutuskan mengambil yang “fisiknya” paling bagus hingga
akhrinya membeli buku tersebut, dan tentunya hal ini memakan waktu yang sangat
lama. Kemudian ketika membaca buku, saya harus meletakkan pada alas yang aman
sehingga tidak terjadi gesekan, dan ketika membuka buku juga dengan perlahan, diusahakan
tidak ada lipatan pada halaman buku. Meskipun begitu, saya tetap meminjamkan buku.
Hingga pada suatu saat risiko itu terjadi, buku yang saya pinjamkan ke teman kembali
dalam keadaan terdapat coretan crayon
dan lipatan yang sukses membuat saya stress.
Stress
yang saya rasakan itu sekarang ini sudah tidak terjadi lagi. Berikut cara saya
mengatasi permasalahan tersebut:
- Membeli Buku secara onlineDengan membeli buku secara online, membuat kita tidak bisa memilih dan mau tidak mau harus menerima apa adanya kondisi buku tersebut. Meskipun pada awalnya akan sangat berat untuk menerima namun pada akhirnya kita akan terbiasa. Cara ini ampuh dan bisa dicoba. Selain mengurangi stress, cara ini menghindari kita untuk tidak lapar mata ketika melihat buku lain yang saat itu tidak masuk daftar untuk dibeli, juga memudahkan kita ketika belum ada waktu untuk pergi ke toko buku.
- Meminjamkan Buku ke temanDengan meminjamkan buku ke teman, tentunya segala risiko yang selalu kita khawatirkan akan terjadi. Namun, hal ini pasti akan teratasi setelah kita akhirnya terbiasa. Lagi pula dengan meminjamkan buku, manfaatnya pun akan sangat menyebar.
Untuk
itu ada tips ini untuk kalian yang masih suka resah dikala (harus) minjemin
buku ke teman. Karena kenyataannya, sering buku yang dikembalikan keadannya
jadi gak secakep sebelumnya. Berikut tipsnya;
- Memberikan PersyaratanMeminjamkan buku ke yang bukan book lovers bikin kebat-kebit. Tapi kalian harus TEGAS dan kasih syaratnya, seperti buku tidak boleh dilipat, jangan kotor. Kuncinya, HARUS BERANI NEGUR. Itung-itung biar teman kalian belajar tanggung-jawab dan menjaga barang yang dipinjam.
- Memberikan Batas WaktuKasih tenggat waktu untuk buku yang dipinjam, misalnya seminggu atau dua minggu. Dan kalau ketemu teman kalian, selalu ingetin dan tanya terus, teruss, dan terusss apa udah selesai baca? Lalu teman kalian pun akan merasa dihantui, seperti kutukan mantan.
- Sisipkan Catatan KecilBeli bukunya aja menyisihkan uang jajan, jadi hati tuh PERIH kalau bukunya lecek kayak bungkus gorengan atau hilang ditelan peradaban. Nah, biar gak kejadian, sisipkan notes dengan pesan MAUT, agar dia ingat untuk menjaga buku kalian.
- Meminjamkan Pembatas BukuAgar buku tidak dilipat karena bisa jadi teman kalian itu pelupa akut atau emang masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Maka dengan meminjamkan pembatas buku adalah pilihan yang tepat agar buku kalian terhindar dari lipatan. Asal jangan sampai hilang aja tuh pembatas buku.
Tapi kalau dari
pengalaman teman kalian itu gak bisa dipercaya dan pernah merusak buku kalian,
yang paling simpel sih gak usah dipinjemin. Hihi (Anti Pinjemin Club langsung bersorak setuju).
Jadi tidak ada salahnya
ya sayang dengan buku-buku yang kita miliki apalagi kalau itu membuat kita
bahagia.
Komentar
Posting Komentar